Khidmat Peringati HUT RI ke-81, SMAN 1 Wonoayu Tampilkan Formasi 81 Paskibra Serta Pesan Mengisi Kemerdekaan

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu

Khidmat Peringati HUT RI ke-81, SMAN 1 Wonoayu Tampilkan Formasi 81 Paskibra Serta Pesan Mengisi Kemerdekaan

WONOAYU — Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Prof. Nurhasan SMAN 1 Wonoayu saat seluruh civitas akademika menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026). Rangkaian peringatan yang dimulai tepat pukul 06.40 WIB ini berlangsung tertib, tertata, dan sarat akan makna nasionalisme.

Atraksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Laskar Taruna SMAN 1 Wonoayu menjadi salah satu daya tarik utama dalam prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih. Langkah tegap para anggota Paskibra berpadu harmonis saat mengawal bendera dengan membentuk formasi berbaris khusus berupa angka 81, yang melambangkan usia kemerdekaan Indonesia.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMAN 1 Wonoayu, Dr. Ririn Faridah, M.Pd., membakar semangat peserta upacara melalui pekik kemerdekaan sebanyak tiga kali. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa perjuangan bangsa Indonesia belum selesai hanya karena proklamasi telah dikumandangkan puluhan tahun silam.

Kemerdekaan adalah amanah besar bagi kita semua, khususnya para pemuda. Penjajahan saat ini tidak lagi datang membawa senjata, melainkan menyerang secara halus melalui pergeseran budaya dan kebiasaan. Negara yang hebat dan maju lahir dari generasi yang berilmu dan ber karakter mulia.

Dr. Ririn Faridah, M.Pd.

Mengutip pandangan Prof. Mahfud MD, Dr. Ririn menyampaikan bahwa Indonesia merupakan bangsa istimewa yang meraih kemurnian kemerdekaan atas perjuangan mengusir penjajah, bukan hasil pemberian hadiah maupun pengusiran penduduk asli. Semangat menghargai sejarah ini juga diwujudkan secara nyata oleh perwakilan siswa SMAN 1 Wonoayu yang berkesempatan bersilaturahmi ke kediaman para veteran pada Jumat (14/8/2026) lalu. (liputan silahturahmi kebangsaan)

Lebih lanjut, beliau menyoroti dinamika modern di mana Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan internal. Penjajahan gaya baru kini mengintai lewat penetrasi budaya yang kurang mendidik—seperti fenomena sound horeg yang bising layaknya musik diskotik—serta keterlenaan peserta didik terhadap gadget, game, dan media sosial.

Sebagai benteng pertahanan, Dr. Ririn meminta para pelajar mengisi kemerdekaan dengan ketekunan belajar, menjaga persatuan sesuai Janji Siswa, serta memperkuat iman dan mental. Pesan khusus juga disampaikan agar siswa tidak mudah putus asa menghadapi persoalan asmara hingga mengorbankan jiwa. Sementara itu, bagi siswa kelas X yang saat ini masih dalam formasi gugus, proses analisis hasil psikotes dan pemetaan nilai terus berjalan untuk mendukung pengembangan potensi mereka secara optimal.

Usai prosesi upacara inti berakhir, Bu Ririn Faridah melakukan sesi foto bersama anggota Paskibra Laskar Taruna tepat di bawah naungan kibaran bendera Merah Putih. Rangkaian peringatan kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng kebangsaan yang diiringi doa bersama. Segenap civitas memanjatkan rasa syukur atas peringatan HUT ke-81 RI sekaligus memohon keselamatan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dokumentasi Kegiatan Peringatan HUT RI 81, SMAN 1 Wonoayu

Inisiasi Gerakan Inspiratif “Murid Menjemput Sejarah”, Cara Dindik Jatim Hidupkan Pendidikan Karakter dan Nasionalis

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu

Inisiasi Gerakan Inspiratif "Murid Menjemput Sejarah", Cara Dindik Jatim Hidupkan Pendidikan Karakter dan Nasionalis

Anjangsana ke Para Pejuang Kemerdekaan, Kadindik : Pelajar Harus Lanjutkan Perjuangan Lewat Pendidikan

Dindik Jatim, 15 Agustus 2026

Menyambut hari Kemerdekaan RI ke-81, Dinas Pendidikan Jawa Timur menginisiasi gerakan inovatif mengenal sejarah. Gerakan yang bertajuk “Murid Menjemput Sejarah : 81 Tahun Indonesia Merdeka”, ini mengajak para murid belajar perjuangan dan arti kemerdekaan dari para veteran atau keluarga pejuang RI di wilayahnya masing-masing. Gerakan inspiratif ini berlangsung pada 12-16 Agustus 2026.

Gerakan tersebut melibatkan sekolah SMA, SMK dan SLB di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Para murid bersama guru mendatangi rumah veteran maupun keluarga pejuang di wilayah masing-masing untuk mendengarkan langsung kisah perjuangan sekaligus menggali pesan bagi generasi muda.

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, gerakan tersebut sengaja dirancang agar pelajar tidak hanya mengenal sejarah dari buku, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pelaku maupun keluarga yang memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal kemerdekaan dari buku pelajaran, upacara, atau cerita di ruang kelas. Kami ingin mereka datang langsung, duduk bersama para veteran dan keluarga pejuang, mendengar kisahnya, melihat keteladanannya, dan memahami bahwa kemerdekaan yang mereka nikmati hari ini diperoleh melalui perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa,” ujar Aries, Sabtu (15/8).

Konsep gerakan tersebut dibuat sederhana. Setiap sekolah diarahkan mengunjungi sedikitnya satu veteran atau pejuang kemerdekaan. Selain melakukan anjangsana, murid membawa bingkisan sebagai bentuk perhatian dan penghormatan kepada para pejuang.

Namun, menurut Aries, bingkisan bukan tujuan utama kegiatan. Hal terpenting adalah menghadirkan kepedulian sekaligus mempertemukan generasi muda dengan sejarah secara langsung.

“Sembako, selimut maupun tali asih yang dibawa murid sebenarnya bukan tujuan utamanya. Yang paling penting adalah menghadirkan rasa hormat, kepedulian dan terima kasih generasi hari ini kepada para pejuang,” katanya.

Kadindik kelahiran Makassar ini menegaskan, semangat perjuangan harus diterjemahkan sesuai tantangan generasi saat ini. Mengisi kemerdekaan tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui pendidikan, prestasi, kepedulian sosial dan kontribusi positif bagi bangsa.

“Kami ingin menanamkan kepada murid bahwa mengisi kemerdekaan sekarang tidak lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, menjaga persatuan, memiliki kepedulian sosial, serta memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Menurut Aries, setiap kunjungan juga menghasilkan dokumentasi berupa pesan kemerdekaan dari veteran untuk generasi muda. Pesan tersebut dapat dituangkan dalam video berdurasi satu hingga dua menit maupun tulisan tangan.

Video dan dokumentasi Anjangsana Kebangsaan dari SMAN 1 Wonoayu :

https://vt.tiktok.com/ZSVdMMtnx/

https://www.instagram.com/reel/DcBODtuPej3/?igsh=MTRzNjdjaDkwNGU4cA==&igsi=MTRzNjdjaDkwNGU4cA==

“Yang membuat gerakan ini berbeda adalah setiap kunjungan menghasilkan pesan kemerdekaan bagi murid di Jawa Timur. Pesan tersebut kemudian tertuang dalam sebuah video berdurasi satu sampai dua menit ataupun tulisan tangan dari para veteran,” jelasnya.

Ia menilai, gerakan tersebut berpotensi berkembang menjadi model pendidikan karakter yang khas Jawa Timur karena memadukan literasi sejarah, kepedulian sosial, penghormatan terhadap pejuang dan dokumentasi sejarah lokal.

“Jika buku mengajarkan sejarah, maka para veteran mengajarkan kepada anak-anak kita tentang harga kemerdekaan,” tutur Aries.

Antusiasme juga datang dari para veteran. Menurut Aries, sejumlah veteran mengaku terharu karena masih ada generasi muda yang datang secara langsung untuk mendengarkan kisah perjuangan mereka.

“Para veteran mengapresiasi yang dilakukan murid-murid dan guru karena mereka terharu masih ada yang peduli dengan sejarah secara langsung, bukan hanya di buku. Mereka bisa mendengarkan langsung dari pelaku sejarah,” katanya.

Dari kegiatan tersebut, para pelajar juga menemukan beragam kondisi kehidupan veteran. Sebagian hidup cukup mapan, tetapi ada pula yang tinggal di rumah sederhana, rumah kontrakan, hingga tempat tinggal yang membutuhkan perbaikan.

Temuan tersebut sekaligus menjadi pembelajaran sosial bagi para murid bahwa penghormatan kepada pejuang tidak berhenti pada seremoni, tetapi dapat diwujudkan melalui kepedulian nyata.

Sejumlah sekolah bahkan memilih lokasi dan tokoh sejarah yang memiliki keterkaitan kuat dengan daerahnya. Murid SMAN 1 Wonoayu anjangsana ke 3 Veteran dan Keluarga Veteran yang ada di wilayah Kecamatan Wonoayu, antara lain :

  1. Yamatali (Mayor Purn AD)
  2. Liem Samko (Serma Pur Marinir, dulu namanya KKO)
  3. Sumiyatun (Istri Veteran Pejuang Trikora.)

Aries berharap pengalaman tersebut meninggalkan kesan yang lebih mendalam dibandingkan sekadar pembelajaran sejarah di ruang kelas.

“Harapan kami, sepulang dari rumah veteran, anak-anak membawa pulang sesuatu yang jauh lebih berharga daripada yang mereka berikan, yaitu cerita perjuangan, keteladanan, semangat pantang menyerah, dan kesadaran bahwa mereka mempunyai tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan melalui pendidikan,” pungkasnya.

Gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari visi Dindik Jatim menghadirkan “Jatim Cerdas, Pendidikan Berdampak”, yakni memastikan pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi memberi pengalaman dan nilai yang membentuk karakter serta kepedulian peserta didik terhadap lingkungan dan bangsanya.

#Liputan Anjangsana Kebangsaan SMAN 1 Wonoayu HUT Ri 81

Anjangsana Veteran Pejuang Kemerdekaan Replublik Indonesia

Silaturahmi Kebangsaan SMAN 1 Wonoayu: Meneladani Semangat Juang Veteran Menyongsong HUT ke-81 RI

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu

Silaturahmi Kebangsaan SMAN 1 Wonoayu: Meneladani Semangat Juang Veteran Menyongsong HUT ke-81 RI

Dari kiri ke kanan : Foto Bersama Bapak Yamatali, Bersama Bapak Liem, Bersama Ibu Sumiyatun

Wonoayu, 14 Agustus 2026

Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia serta menindaklanjuti imbauan dari Ibu Gubernur Jawa Timur dan Bapak Kepala Cabang Dinas Wilayah Sidoarjo, SMAN 1 Wonoayu menyelenggarakan kegiatan kunjungan silaturahmi kepada para Veteran Pembela Kemerdekaan Indonesia di wilayah Kecamatan Wonoayu, hari ini.

Kegiatan mulia ini dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 1 Wonoayu, Ibu Dr. Ririn Faridah, M.Pd., didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Bapak H. Waluya, M.Pd., Wakil Kepala BIdang Kesiswaan Bapak Muhammad Zukhrifal Fuadi, S.Pd. serta perwakilan dewan guru dan pengurus OSIS.

Penyambutan Hangat oleh Para Pahlawan Bangsa

Rombongan SMAN 1 Wonoayu disambut dengan penuh antusiasme dan kekeluargaan oleh para veteran beserta keluarga. Sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu serta memori pengabdian mereka, para tuan rumah mengenakan seragam atribut veteran secara lengkap.

Adapun para tokoh pejuang yang dikunjungi dalam agenda hari ini meliputi:

  • Bapak Yamatali, Veteran Pejuang Seroja.

  • Bapak Liem, Veteran Pejuang Trikora, Dwikora, dan Seroja.

  • Ibu Sumiyatun, Istri Veteran Pejuang Trikora.

Pengalaman Historis dan Refleksi Perjuangan

Pertemuan tersebut diisi dengan sesi berbagi pengalaman mengenai sejarah perjuangan masa lampau dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Suasana haru menyelimuti ruang tamu Bapak Liem ketika beliau mengenang masa penugasan dalam misi di Malaysia. Dengan penuh penghayatan, beliau meneteskan air mata saat mengingat rekan-rekan seperjuangan yang gugur di medan pertempuran.

Refleksi serupa disampaikan oleh Bapak Yamatali yang menceritakan kembali dedikasi dan pengorbanannya selama bertugas sebagai anggota Pejuang Seroja. Di kediaman yang berbeda, Ibu Sumiyatun turut membagikan dinamika kehidupan serta suka duka mendampingi suami sebagai prajurit aktif pada masa lampau.

Edukasi Langsung Melalui Interaksi Generasi Muda

Dalam kesempatan tersebut, Ketua OSIS SMAN 1 Wonoayu, Hanan, berkesempatan melakukan dialog interaktif dengan Bapak Liem terkait berbagai tanda jasa yang terpajang di dinding ruang tamu.

“Medali-medali itu adalah tanda penghargaan yang diberikan oleh negara atas pengabdian yang telah dilakukan,” tutur Bapak Liem kepada para siswa sambil menjelaskan arti dari setiap medali kehormatan tersebut.

Para veteran juga membagikan cerita perjalanan hidup mereka, mulai dari masa dinas aktif hingga masa purna bakti, yang senantiasa dijalani secara sederhana dan penuh kebersahajaan.

Apresiasi dan Penyerahan Tali Kasih

Menutup rangkaian kunjungan, Ibu Dr. Ririn Faridah, M.Pd. menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutan hangat serta inspirasi yang diberikan oleh para veteran kepada rombongan sekolah. Beliau berpesan kepada para siswa agar senantiasa menghargai jasa para pendahulu bangsa melalui kegiatan nyata seperti silaturahmi kebangsaan ini.

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi institusional, kegiatan diakhiri dengan penyerahan tali asih kepada masing-masing veteran dan keluarga. Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Wonoayu berharap dapat menanamkan nilai-nilai nasionalisme serta memperkuat karakter peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

Dokumentasi media sosial kegiatan :

https://www.instagram.com/reel/DcBODtuPej3/?igsh=MTRzNjdjaDkwNGU4cA==&igsi=MTRzNjdjaDkwNGU4cA==

https://vt.tiktok.com/ZSVdMMtnx/

Foto dokumentasi Silahturahmi Kebangsaan SMAN 1 Wonoayu

SMAN 1 Wonoayu Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Melalui Aksi Nyata Peduli Lingkungan

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu

SMAN 1 Wonoayu Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Melalui Aksi Nyata Peduli Lingkungan

Kepala SMAN 1 Wonoayu menyambut kedatangan siswa ke sekolah

Wonoayu, 15 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2026, SMAN 1 Wonoayu melaksanakan serangkaian kegiatan peduli lingkungan pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Bebas Kendaraan Bermotor, di mana peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan diajak untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor saat menuju sekolah. Langkah ini menjadi wujud nyata dalam mengurangi emisi gas buang serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas udara.
Selain itu, seluruh warga sekolah juga melaksanakan aksi bersih lingkungan sekolah dengan membersihkan ruang kelas, halaman, taman, serta area sekitar sekolah. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari budaya hidup sehat.
Tidak hanya itu, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga diwujudkan melalui gerakan hemat energi, baik energi listrik maupun penggunaan air. Warga sekolah diajak untuk menggunakan listrik secara bijak dengan mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan serta menghemat penggunaan air dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Melalui kebiasaan sederhana tersebut, diharapkan tercipta budaya peduli lingkungan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi peserta didik bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus melalui langkah besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dengan semangat kebersamaan, seluruh warga sekolah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 ini, SMAN 1 Wonoayu berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program yang mendukung pelestarian lingkungan serta membentuk generasi yang memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi terhadap keberlangsungan bumi.
“Lingkungan yang bersih dan lestari dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan setiap hari.” 🌱🌍✨

Dokumentasi Kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Kadisdik Jatim Sidak SMAN 1 Wonoayu: Apresiasi Ketahanan Pangan hingga Pesan Khusus untuk Guru

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu

Kadisdik Jatim Sidak SMAN 1 Wonoayu: Apresiasi Ketahanan Pangan hingga Pesan Khusus untuk Guru

Kadisdik Jatim Foto Bersama Kepala dan Waka SMAN 1 Wonoayu

SIDOARJO – Suasana SMAN 1 Wonoayu mendadak riuh pada Kamis pagi (5/3/2026) saat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., hadir melakukan kunjungan mendadak atau “sidak” pada pukul 10.30 WIB. Begitu tiba, sosok yang dikenal disiplin ini langsung bergerak cepat meninjau setiap sudut sekolah, mulai dari ruang kelas, laboratorium, hingga kebersihan kamar mandi. Meski memberikan beberapa catatan kecil untuk pembenahan di sejumlah titik, beliau secara umum mengapresiasi kondisi lingkungan sekolah yang dinilai terjaga dengan baik dan asri.

Melihat potensi geografis SMAN 1 Wonoayu yang dikelilingi area pertanian, Aries Agung menyarankan agar sekolah segera mengintegrasikan program unggulan Jawa Timur, yakni SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Beliau mengaku terkejut sekaligus kagum saat menemukan kebun ketela yang tumbuh sangat subur di dalam area sekolah. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penghijauan, Kadisdik Jatim ini bahkan menyempatkan diri melakukan panen pisang Cavendis yang berbuah lebat di Kebun Adiwiyata sekolah tersebut.

Momentum unik terjadi ketika Aries Agung berhenti di salah satu tembok bangunan sekolah yang dihiasi mural foto dirinya. Dengan penuh kehangatan, beliau membubuhkan tanda tangan langsung di atas karya seni tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas siswa. Kehadiran beliau juga membawa energi positif saat menyapa para tenaga pendidik di ruang guru, menciptakan suasana diskusi yang cair dan komunikatif antara pimpinan dan staf di lapangan.

Dalam interaksi spontan dengan siswa, Aries sempat “menginterogasi” Fardhan, seorang anggota Sie Kerohanian Islam (SKI) yang sedang berada di area masjid. Beliau bertanya apakah aksi bersih-bersih masjid yang dilakukan adalah paksaan atau kesadaran. Mendengar jawaban jujur Fardhan bahwa awalnya karena instruksi namun kini menjadi kesadaran pribadi, Aries memberikan tepukan bangga di bahu siswa tersebut. Beliau memuji proses pembentukan karakter yang dinilai berhasil menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas sekolah.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Aries Agung melakukan sesi foto bersama dengan Kepala SMAN 1 Wonoayu beserta jajaran Wakil Kepala Sekolah. Pertemuan singkat namun padat ini menjadi penyemangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus mempertahankan kualitas lingkungan sekolah. Kehadiran orang nomor satu di Dinas Pendidikan Jatim ini menegaskan pentingnya sinergi antara aspek akademis dan pengelolaan lingkungan yang produktif.

Sebagai penutup, beliau menitipkan pesan mendalam kepada segenap guru mengenai masa depan para siswa. “Saya titip anak-anak, khususnya siswa eligible dan kelas XII. Mohon dibantu dan diarahkan dengan sebaik-baiknya supaya mereka memilih program studi kuliah yang tepat, sesuai dengan kemampuan dan minat mereka,” tegasnya. Pesan ini menjadi pengingat bagi pihak sekolah untuk mengawal ketat masa transisi siswa menuju jenjang pendidikan tinggi agar tidak salah langkah dalam menentukan masa depan.

Dokumentasi Kunjungan Kadisdik Jatim

Milad Smaniwa Ke-20

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu Kembali Ke Arsip Berita Milad Smaniwa Ke-20 Tanggal 31 Januari 2023 merupakan hari yang berbahagia bagi warga

Read More »

Hubungi Kami

Search

SAPABARA, Tebar Kebaikan Ramadhan Kepada Ratusan Yatim Piatu dan Duafa di Lingkungan SMAN 1 Wonoayu

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu

SAPABARA, Tebar Kebaikan Ramadhan Kepada Ratusan Yatim Piatu dan Duafa di Lingkungan SMAN 1 Wonoayu

Bu Ririn Faridah (Kepala SMAN 1 Wonoayu), Menyerahkan Donasi Secara Langsung

SIDOARJO – Keluarga besar SMAN 1 Wonoayu menunjukkan kepedulian nyata di bulan suci Ramadhan 1447 H melalui program bertajuk SAPABARA (Satu Partisipasi Bahagiakan Saudara). Bertempat di Ruang Kartini SMAN 1 Wonoayu, kegiatan santunan ini dilaksanakan hari ini, Jumat (27/02), mulai pukul 09.00 WIB. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan sekolah, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta perwakilan siswa.

Program SAPABARA merupakan buah kolaborasi harmonis antara siswa, guru, tenaga kependidikan, serta DWP SMAN 1 Wonoayu. Melalui semangat gotong royong, seluruh elemen sekolah bahu-membahu mengumpulkan donasi untuk memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu dan kaum duafa. Kehadiran program yang digagas oleh Bu Dr. Ririn Faridah, M.Pd., kepala SMAN 1 Wonoayu ini menjadi bukti bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga wadah persemaian karakter dan empati sosial.

Penerima manfaat dalam kegiatan ini mencakup lingkup internal maupun eksternal sekolah. Selain menyasar siswa-siswi SMAN 1 Wonoayu yang membutuhkan, bantuan juga disalurkan kepada warga di sekitar lingkungan sekolah, khususnya di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial sekolah terhadap masyarakat yang selama ini berdampingan dan mendukung eksistensi SMAN 1 Wonoayu.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kartini tersebut diwarnai suasana haru dan penuh rasa syukur. Dengan adanya SAPABARA, diharapkan beban saudara-saudara yang membutuhkan dapat sedikit teringan, sekaligus membawa keceriaan dalam menjalani sisa bulan Ramadhan hingga menyambut Idul Fitri nanti. SMAN 1 Wonoayu berharap aksi inspiratif ini dapat terus menjadi tradisi tahunan yang mempererat tali silaturahmi antarwarga sekolah dan masyarakat sekitar.

Dokumentasi Kegiatan SAPABARA

Milad Smaniwa Ke-20

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu Kembali Ke Arsip Berita Milad Smaniwa Ke-20 Tanggal 31 Januari 2023 merupakan hari yang berbahagia bagi warga

Read More »

Hubungi Kami

Search

Wujudkan Keteladanan Spiritual, GTK SMAN 1 Wonoayu Gelar Khotmil Qur’an di Masjid Baitul Ilmi

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu

Wujudkan Keteladanan Spiritual, GTK SMAN 1 Wonoayu Gelar Khotmil Qur’an di Masjid Baitul Ilmi

Khotmil Qur’an GTK SMAN 1 Wonoayu

Wonoayu, 19 Februari 2026 – Mengawali aktivitas dengan keberkahan, jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMAN 1 Wonoayu menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur’an berjamaah pada pagi hari ini. Bertempat di Masjid Sekolah, Baitul Ilmi, kegiatan religius ini diikuti dengan khidmat sebagai upaya memperkuat fondasi spiritual di lingkungan pendidikan. Momentum ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan kekompakan antarpegawai di ruang suci yang menjadi pusat peradaban sekolah tersebut.

Pelaksanaan Khotmil Qur’an ini merupakan wujud nyata dalam menindaklanjuti arahan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Bapak Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M. Arahan tersebut menekankan pentingnya penguatan karakter religius di lingkungan sekolah, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 H. SMAN 1 Wonoayu merespons instruksi tersebut dengan menjadikan literasi Al-Qur’an sebagai salah satu agenda prioritas guna menciptakan ekosistem pendidikan yang sejuk, beradab, dan penuh keberkahan.

Lebih dari sekadar menjalankan instruksi, kegiatan ini merupakan bentuk keteladanan nyata dari para guru dan tenaga kependidikan sebagai pemimpin pendidikan. Sebelum mengajak siswa untuk disiplin dalam beribadah dan bertadarus, para pendidik di SMAN 1 Wonoayu terlebih dahulu memberikan contoh konkret melalui lantunan ayat suci di masjid sekolah. Dengan menunjukkan konsistensi dalam mencintai Al-Qur’an, diharapkan nilai-nilai karakter yang diajarkan kepada siswa dapat terserap dengan lebih efektif melalui kekuatan keteladanan (leading by example).

Kegiatan pagi ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran seluruh program pendidikan di SMAN 1 Wonoayu. Melalui Khotmil Qur’an di Masjid Baitul Ilmi ini, sekolah berkomitmen untuk terus menyeimbangkan antara prestasi akademik dan kematangan spiritual. Semangat ini diharapkan dapat terus terjaga sehingga SMAN 1 Wonoayu tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesalehan sosial dan spiritual yang tinggi sesuai dengan visi pendidikan Jawa Timur.

Khotmil Qur’an GTK SMAN 1 Wonoayu

Milad Smaniwa Ke-20

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu Kembali Ke Arsip Berita Milad Smaniwa Ke-20 Tanggal 31 Januari 2023 merupakan hari yang berbahagia bagi warga

Read More »

Hubungi Kami

Search

SMAN 1 Wonoayu – Gerakan Ramadan 1447 H: Perkuat Spiritual dan Inovasi Sosial

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu

SMAN 1 Wonoayu - Gerakan Ramadan 1447 H: Perkuat Spiritual dan Inovasi Sosial

Diskusi dan Koordinasi Gerakan Ramadhan 1447 H

Sidoarjo, 19 Februari 2026 – Menyongsong bulan suci Ramadan 1447 H, SMAN 1 Wonoayu resmi merancang rangkaian program strategis bertajuk “Ramadan Berdampak”. Program ini disusun sebagai tindak lanjut arahan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Bapak Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., yang menekankan empat pilar utama gerakan Ramadan di lingkungan pendidikan. Kepala SMAN 1 Wonoayu menegaskan bahwa momentum bulan suci tahun ini harus menjadi sarana transformasi karakter siswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepedulian sosial yang tinggi.

Fokus utama kegiatan ini terletak pada Peningkatan Kegiatan Spiritual yang intensif melalui program Tadarus Al-Qur’an One Day One Juz per kelas, Tahfidzul Qur’an, serta Sholat Dhuha dan Dhuhur berjamaah. Selain itu, sekolah memberikan wadah bagi siswa untuk melatih kemampuan retorika melalui giat Berda’i atau Berkhitobah. Bagi civitas perempuan, diselenggarakan pula Kajian Keputrian setiap hari Jumat guna memperdalam pemahaman agama. Rangkaian ini akan berpuncak pada kegiatan Pesantren Ramadan yang dirancang untuk mempererat ukhuwah sekaligus meningkatkan kualitas ibadah seluruh warga sekolah.

Aspek produktivitas, kepedulian, dan inovasi diintegrasikan melalui program unggulan “Lisa Beriman” (Lihat Sampah Ambil, Bukti kita Beriman) dan “Sapa Bara” (Satu Partisipasi, Bahagiakan Saudara). Melalui “Sapa Bara”, siswa diajak berinovasi dalam mengelola donasi untuk berbagi takjil serta penyaluran Zakat Fitrah yang tepat sasaran. Dengan semangat kemanusiaan ini, SMAN 1 Wonoayu optimistis bahwa seluruh rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H akan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar sekaligus membentuk generasi yang religius, peduli, dan inovatif.

Diskusi dan Koordinasi Gerakan Ramadhan 1447 H

Milad Smaniwa Ke-20

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu Kembali Ke Arsip Berita Milad Smaniwa Ke-20 Tanggal 31 Januari 2023 merupakan hari yang berbahagia bagi warga

Read More »

Hubungi Kami

Search

SMAN 1 Wonoayu Perkuat Komitmen Sekolah Adiwiyata melalui Sosialisasi Gerakan ASRI​

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu

SMAN 1 Wonoayu Perkuat Komitmen Sekolah Adiwiyata melalui Sosialisasi Gerakan ASRI

Diskusi dan Koordinasi Gerakan ASRI

Wonoayu, 19 Februari 2026 – Menindaklanjuti instruksi Gubernur Jawa Timur terkait Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), SMAN 1 Wonoayu menggelar rapat briefing strategis pada Kamis pagi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan visi sekolah dengan program nasional yang diinisiasi Presiden RI guna membangun budaya hidup bersih dan berkelanjutan. Sebagai sekolah Adiwiyata, SMAN 1 Wonoayu menegaskan posisinya untuk menjadi pelopor dalam pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Dalam rapat tersebut, sekolah meluncurkan sejumlah inovasi kreatif untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai, salah satunya melalui program “Parade Al Mami” (Giat Parade Membawa Alat Makan Minum Sendiri). Selain mewajibkan siswa membawa botol minum dari rumah, pihak sekolah juga melakukan langkah nyata dengan mengganti penyediaan air mineral kemasan botol di kantin dengan sistem galon atau wadah isi ulang. Langkah ini diambil untuk secara signifikan mengurangi volume sampah plastik di lingkungan sekolah setiap harinya.

Selain aspek fasilitas, SMAN 1 Wonoayu juga memperkuat aspek spiritual dan kepedulian melalui gerakan “Lisa Beriman” (Lihat Sampah Ambil). Gerakan ini menekankan bahwa kebersihan bukan sekadar tugas fisik, melainkan manifestasi dari keimanan yang dimiliki oleh setiap warga sekolah. Dengan semangat menuju Zero Waste, seluruh elemen SMAN 1 Wonoayu berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang asri dan nyaman sebagai kontribusi nyata bagi masa depan Indonesia yang lebih hijau.

Diskusi dan Koordinasi Gerakan ASRI

Milad Smaniwa Ke-20

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu Kembali Ke Arsip Berita Milad Smaniwa Ke-20 Tanggal 31 Januari 2023 merupakan hari yang berbahagia bagi warga

Read More »

Hubungi Kami

Search

Jum’at Bersih Internalisasi Adiwiyata Warga Smaniwa

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu

Jum’at Bersih Internalisasi Adiwiyata Warga Smaniwa

Giat Jum’at Bersih SMAN 1 Wonoayu (sman1wonoayu.sch.id)

Jum’at, 6 Februari 2026, SMAN 1 Wonoayu kembali melaksanakan kegiatan rutin giat bersih lingkungan di seluruh area sekolah. Sebagai institusi yang menyandang predikat Sekolah Adiwiyata, kegiatan ini merupakan komitmen berkelanjutan dalam menjaga kelestarian ekosistem pendidikan yang asri dan sehat. Seluruh warga sekolah, mulai dari jajaran pimpinan, Bapak/Ibu guru, staf, hingga para siswa, tampak berpartisipasi aktif dalam menata taman dan memastikan kebersihan fasilitas publik di lingkungan sekolah.

Aksi nyata ini juga merupakan bentuk respons positif atau “gayung bersambut” terhadap arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Sejalan dengan kampanye yang diunggah melalui media sosial resmi Dinas Pendidikan Provinsi Jatim bertajuk “Jaga Lingkungan Sekolahmu, Diawali dari Kita”, SMAN 1 Wonoayu berupaya mengimplementasikan instruksi tersebut secara konkret. Melalui koordinasi yang terukur, sekolah memastikan bahwa pesan moral mengenai kepedulian lingkungan tidak hanya berhenti sebagai imbauan digital, namun menjadi budaya kerja nyata di lapangan.

Kepala SMAN 1 Wonoayu menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja sama seluruh pihak dalam menyukseskan agenda pagi ini. Diharapkan, kegiatan ini mampu memperkuat karakter kepedulian lingkungan pada diri siswa serta menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif. Dengan lingkungan yang bersih dan terawat, SMAN 1 Wonoayu siap terus mendukung program-program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menciptakan sekolah yang nyaman, hijau, dan berprestasi.

Giat Jum’at Bersih SMAN 1 Wonoayu (sman1wonoayu.sch.id)

Milad Smaniwa Ke-20

Selamat Datang di Arsip Berita SMAN 1 Wonoayu Kembali Ke Arsip Berita Milad Smaniwa Ke-20 Tanggal 31 Januari 2023 merupakan hari yang berbahagia bagi warga

Read More »

Hubungi Kami

Search